Nilai ekspor Indonesia ke Pakistan tumbuh 21,83 persen sepanjang Januari hingga Juli 2025, mencapai sekitar USD 2,16 miliar. Capaian ini mengemuka seiring digelarnya Indonesia–Pakistan Economic Networking Forum pada 16 Oktober 2025 oleh KBRI Islamabad bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia dan International Creatives Exchange (ICE), yang menandai babak baru kemitraan ekonomi kedua negara.

Dalam forum tersebut, Indonesia dan Pakistan sepakat memperluas kerja sama ke sektor-sektor yang selama ini belum tergarap optimal, yakni farmasi, produk halal dan makanan olahan, energi terbarukan, serta ekonomi digital dan teknologi informasi. Langkah ini dinilai strategis untuk memperluas basis ekspor sekaligus meningkatkan nilai tambah perdagangan bilateral.

ICE bersama KADIN didorong untuk memperkuat konektivitas antarpelaku usaha kedua negara. ICE turut menginisiasi program business matching dan pameran produk halal Indonesia di Pakistan guna mendukung pertumbuhan ekspor dan membuka peluang investasi. Sementara itu, KADIN menilai lonjakan ekspor merupakan hasil sinergi pemerintah dan pelaku usaha dalam menggarap pasar nontradisional, dengan Pakistan kian dilirik sebagai destinasi alternatif di luar ASEAN dan Asia Timur.

Meski demikian, sejumlah tantangan masih perlu diatasi, antara lain penyesuaian sertifikasi halal dengan standar Pakistan, efisiensi logistik dan transportasi antarnegara, persaingan dengan negara lain, serta stabilitas makroekonomi Pakistan.

Pertumbuhan ini juga membuka peluang bagi UMKM Indonesia, terutama di sektor halal dan produk digital. Ke depan, Indonesia berencana menggelar misi dagang ke Pakistan, menjajaki usaha patungan, mendorong pelatihan tenaga kerja dan transfer teknologi, serta memperkuat merek Indonesia di pasar Pakistan, dengan KBRI Islamabad dan ICE sebagai jembatan komunikasi dan promosi.